Peraturan OJK No. 41/POJK.04/2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk Secara Elektronik

August 14, 2020 | Regulatory Updates


Pada awal Juli 2020, Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) telah menerbitkan beberapa peraturan baru diantaranya Peraturan OJK No. 41/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk Secara Elektronik (“POJK 41/2020”). Peraturan ini diterbitkan agar teknologi informasi dapat diterapkan dalam proses book building dan penawaran efek dalam Penawaran Umum guna meningkatkan akuntabilitas serta transparansi dalam penentuan harga Penawaran Umum perdana dan mekanisme penjatahan dalam Penawaran Umum yang akhirnya diharapkan dapat meningkatkan ketersebaran dan jumlah investor publik.

Berdasarkan POJK 41/2020, Sistem Penawaran Umum Elektronik adalah sistem teknologi informasi maupun sarana untuk digunakan dalam melaksanakan kegiatan dalam Penawaran Umum yang disediakan baik oleh Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang ditunjuk serta telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan oleh OJK (“Penyedia Sistem”).

Bagi Emiten yang melakukan Penawaran Umum menggunakan jasa Penjamin Emisi Efek dan Efek yang ditawarkan dalam Penawaran Umum tersebut akan dicatatkan pada Bursa Efek, diwajibkan untuk menggunakan Sistem Penawaran Umum Elektronik. Namun demikian, OJK dapat menetapkan ketentuan persyaratan lain di kemudian hari sehubungan dengan kewajiban penggunaan Sistem Penawaran Umum Elektronik tersebut di atas.

Dalam Penawaran Umum yang menggunakan Sistem Penawaran Umum Elektronik:

1. Masa penawaran awal dapat dimulai setelah i) penginputan data dan informasi mengenai Penawaran Umum dan ii) pengunggahan Prospektus Awal dan Prospektus Ringkas atau keterbukaan informasi mengenai Penawaran Umum (bagi emiten skala kecil dan menengah) selesai dilaksanakan;

2. Masa penawaran efek dilakukan dalam 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) hari kerja, dengan ketentuan penginputan data dan informasi mengenai Penawaran Umum serta pengunggahan perbaikan dan/atau tambahan Prospektus Ringkas dan Prospektus telah selesai dilaksanakan;

3. Penjatahan Efek wajib dilaksanakan setelah berakhirnya masa penawaran efek;

4. Penyelesaian pemesanan efek wajib dilakukan setelah diterbitkannya hasil penjatahan efek dan paling lambat sebelum pencatatan efek di Bursa Efek;

5. Pencatatan efek di Bursa Efek wajib dilaksanakan pada hari bursa ke-2 (kedua) setelah berakhirnya masa penawaran efek.

POJK 41/2020 ini mulai berlaku sejak tanggal 2 Juli 2020 dengan ketentuan bahwa penggunaan Sistem Penawaran Umum Elektronik bagi Penawaran Umum Efek bersifat ekuitas dengan efek yang akan ditawarkan berupa saham mulai berlaku bagi Emiten yang menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada OJK 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal peraturan ini mulai berlaku.