SURAT EDARAN OJK No. S-101/2020

July 28, 2020 | Regulatory Updates


Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) sebagai regulator pada kegiatan jasa keuangan dan sektor pasar modal Indonesia memberikan respon atas adanya tekanan terhadap kondisi pasar modal Indonesia yang disebabkan adanya penyebaran Virus Covid-19 saat ini. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam Surat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan No. S-101/D.04/2020 tanggal 24 Maret 2020 (“SEOJK No. S-101/2020”).

 

Hal penting dari SEOJK No. S-101/2020 ini adalah perpanjangan jangka waktu untuk Laporan keuangan audited dan tanggal penilaian tertanggal sampai dengan 30 November 2019, diperpanjang masa berlakunya sampai dengan 3 bulan dari jangka waktu yang ditentukan peraturan pasar modal. Sedangkan untuk laporan keuangan audited dan tanggal penilaian tertanggal setelah 30 November 2019, diperpanjang masa berlakunya selama 2 bulan. Artinya, apabila tanggal laporan keuangan audited suatu Emiten yaitu 30 Desember 2019, maka masa berlaku laporan keuangan audited tersebut tidak berlaku sampai dengan 30 Juni 2020, melainkan diperpanjang keberlakuannya sampai dengan 30 Agustus 2020. Ketentuan mengenai jangka waktu ini juga berlaku untuk tanggal laporan keuangan audited terakhir dan tanggal penilaian laporan penilai sehubungan dengan transaksi material, transaksi afiliasi, dan transaksi benturan kepentingan.

Di samping itu, bagi Emiten yang bermaksud menunda masa Penawaran Umum atau membatalkan Penawaran Umum karena terkena dampak pandemik Covid-19, maka Emiten wajib menyampaikan permohonan tersebut kepada OJK. Namun, apabila setelah itu Emiten bermaksud untuk melanjutkan kembali Penawaran Umum, maka Emiten wajib menyampaikan informasi kepada OJK mengenai jadwal Penawaran Umum dan informasi tambahan lainnya, serta mengumumkannya setidaknya dalam 1 surat kabar harian berbahasa Indonesia berperedaran nasional atau dalam situs web Emiten.